Kamis, 10 Maret 2011

daifing

Mengenal Lebih Dekat Tentang Diving

Menyelam atau lebih dikenal dengan istilah scuba diving adalah salah satu cara untuk memasuki dunia keindahan bawah laut. Menyelam atau diving menawarkan kehidupan petualangan yang menakjubkan dan memacu adrenalin bagi yang mencobanya. Hanya sedikit orang yang pernah merasakan dan secara langsung menyaksikan dan mengalami serta melihat indahnya dunia bawah laut. Tentu saja ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi yang pernah mencobanya.
Bali Diving
Bali Diving
Menyelam menjadi aktivitas yang dapat mendekatkan diri dan mancintai alam. Menyelam adalah rekreasi dan wisata yang berwawasan llingkungan. Untuk dapat rnenyelam digunakan 2 cara yaitu snorkeling / skin diving dan scuba diving. Perbedaan antara snorkeling/skin diving adalah: Skin Diving:kegiatan ini dilakukan di permukaan air dan pada kedalaman yang relatif dangkal, serta waktu penyelaman yang relatif terbatas, bergantung kepada teknik kemampuan penyelam dalam menahan nafas. Peralatan yang dibutuhkan saat akan skin diving tidak terlalu banyak seperti scuba diving, yaitu hanya dibutuhkan masker beserta snorkel-nya, kemudian fins dan bagi yang belum terlalu pandai berenang bisa rnemakai juga live vest atau rompi pelampung tambahan.
Scuba diving kegiatan ini dilakukan di bawah permukaan laut dengan kedalaman yang lebih dalam serta waktu penyelaman yang lebih lama, tetapi dibutuhkan peralatan pendukung yang lengkap seperti regulator, BCD, tank, dsb. Peralatan tersebut dinamakan SCUBA yang merupakan kepanjangan dan Self Contained Under Water Breathing Apparatus. Untuk menggunakan peralatan tersebut sangat diperlukan pelatihan melalui kusus dibawah panduan instruktur secara langsung.
Dengan pelatihan yang benar dan tepat serta seorang instruktur yang professional maka penyelaman akan rnengembangkan pengetahuan dan kemampuan secara menyeluruh dan lebih mendalam. Selama pelatihan selam akan diajarkan mengenai teori dan praktik yang berhubungan dengan penyelaman. Sertifikat akan diberikan setelah selesai mengikuti pelatihan. Dengan rnemenuhi seluruh standar yang berlaku, sertifikasi selam yang dimiliki berlaku secara international. Jadi tak perlu kuatir seat akan menyelam di luar perairan Indonesia, karena sertifikat SSI sudah diakui di seluruh dunia. Tanpa sertifikat menyelam orang tidak diperbolehkan rnenyelam bahkan saat akan menyewa peralatan pun diharuskan memperlihatkan sertifikat. Ada berbagai macam organisasi selam yang memberikan pelatihan dan sertifikasi menyelam. Dalam memilih kursus dan pelatihan diving pilihlah organisasi yang memiliki sertifikat yang berlaku dan diakui secara internasional.
Syarat Untuk Diving:
  • Sehat jasmani dan rohani
    Kesehatan merupakan hal yang mutlak dan harus diperhatikan sebelum anda memutuskan mengikuti pelatihan diving, maka dari itu ada baiknya juga anda melengkapi surat keterangan sehat dan Iayak secara medis dari dokter atau rumah sakit sebelum anda memulai mengikuti pelatihan diving, hal tersebut penting dan menjadi syarat utama.
  • Usia minimum 15 tahun
    Siapun anda yang berusia minimum 16 tahun dan tentunya memiliki kondisi tubuh yang sehat dapat mengikuti pelatihan diving. Untuk peserta yang berusia di bawah 15 tahun yang dapat mengikuti pelatihan diving, tetapi sertitikat yang diberikan berbeda, pada usia 15 tahun diberikan sertifikat open water junior.
  • Memiliki kemampuan di air / watermanship
    Banyak anggapan umum yang menyatakan bahwa untuk menjadi seorang penyelam diperlukan kemampuan berenang yang hebat seperti seorang atlet. Apakah hal tersebut itu benar? Jawabannya tidak terlalu benar, untuk menjadi seorang penyelam anda tidak harus memiliki kemampuan seperti seorang atlet renang, tetapi cukup dapat berenang sejauh 200 meter, berenang dengan jarak 12 meter di bawab air (Apnea/ menahan nafas) dan dapat mengambang di permukaan selama 10 menit tanpa bantuan alat (water trapen)

polusi


polusi

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. jumlahnya melebihi jumlah
normal
2. berada pada waktu yang tidak
tepat
3. berada pada tempat yang tidak
tepat


Gbr. Lingkungan Dikelilingi Polusi
Sifat polutan adalah:
1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
lingkungan tidak merusak lagi

2. merusak dalam jangka waktu lama.
Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
sampai tingkat yang merusak.

Macam-macam Pencemaran
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.
a. Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran
dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.
1. Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
a. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi,
bisa juga
dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
b. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak
berbau,
bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak
sempurna dari
bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam
udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-
ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di
bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas.
Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah
kaca.

c. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair
membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat
mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,
virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.

d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-
hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta
oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini
membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang
disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada
manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.
Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.
Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
2. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
a. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan
sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan
industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat
racun.

b. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air
berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.

c. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian
terakumulasi dan menyebabkan
eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral
yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga
(Blooming
alga).
Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis
karena sinar matahari terhalang.
Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.

Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
pecahan kaca, dan kaleng
b. detergen yang bersifat
non bio degradable (secara alami sulit
diuraikan)
c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

4.
Polusi suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
b. Menurut macam bahan pencemar
Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.
1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya
Escherichia coli, Entamoeba
coli,
dan Salmonella thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
c. Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada
panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada
ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)
di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi
cacat.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
2. Parameter Pencemaran
Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam
berat.

b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu
jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan
menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya
selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan
untuk mengukur banyaknya pencemar organik.
Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.
c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.

d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.